Selamat Datang di Gerai Dede

Featured Leave a comment

Selamat datang di Gerai Dede.

Setelah vakum beberapa lama, Gerai Dede akan kembali hadir di dunia maya dengan konsep baru, semangat baru dan tujuan baru.

Gerai Dede kini hadir sebagai media untuk mengulas dan mendiskusikan berbagai macam perlengkapan, peralatan dan juga berbagai jasa layanan untuk kebutuhan bayi dan anak-anak. Semua artikel akan didasarkan pada pengalaman nyata maupun dari sumber-sumber yang terpercaya.

Gerai Dede juga akan menyediakan fasilitas forum online sebagai ajang diskusi maupun sekedar bertanya berbagai persoalan mengenai kebutuhan bayi dan anak-anak.

Selamat datang dan menikmati sajian Gerai Dede. Pilihan Terbaik Untuk Buah Hati.

Cek Mengapa Bayi Anda Tidak Bisa Tidur Nyenyak (Bagian 1)

Leave a comment

image

Pakaian bisa menjadi penyebab bayi Anda tidak bisa tidur dengan nyenyak.
Bahan yang nyaman adalah hal terpenting yang harus kita perhatikan saat memilih pakaian untuk bayi. Jangan terpaku pada model baju tidur yang cantik atau warna-warna yang menarik, karena apabila Anda memilih bahan yang salah, Bayi mungil Anda tidak akan merasa nyaman, dan tidurnyapun akan terganggu.
Pilih piyama atau baju tidur yang terbuat dari katun halus yang lembut, dan dapat menyerap keringat.
Merek baju tidur bayi seperti Fluffy dan Velvet bisa menjadi pilihan. Selain harganya yang relatif terjangkau, kedua merek ini juga dikenal karena kulitas pakaiannya yang baik, terbuat dari 100% katun,dan juga anti alergi.

Dokter dan Tanggungjawab Jadwal Praktek

Leave a comment

image

Menunggu tanpa ada kepastian adalah kegiatan yang tidak mengenakan. Apalagi jika yang ditunggu adalah jadwal pemeriksaan si kecil di rumah sakit atau dokter praktek.

Jadwal yang sudah diatur sedemikian rupa ternyata bisa berubah hanya karena keterlambatan sang dokter pemeriksa.

Seperti saat ini, jadwal praktek dokter yang seharusnya dimulai pukul 06 sore, ternyata molor hingga 1.5 jam. Pastinya sang dokter tahu betapa pentingnya anak balita untuk mendapatkan istirahat yang cukup dan mengantri lama di ruang tunggu penuh antrian orangtua, anak-anak dan balita tentu bisa mempengaruhi daya tahan balita.

Continue reading »

Baby Bather

Leave a comment

Baby Bather

Memandikan bayi baru lahir bisa jadi menjadi momen yang menakutkan bagi beberapa ibu. Kekhawatiran akan terjatuh karena licin seringkali membuat sang ibu dan ayah akhirnya memasrahkan aktivitas memandikan bayi kepada orang lain.

Sebenarnya apabila dilakukan dengan hati-hati memandikan bayi merupakan kegiatan yang mengasikan, apalagi dengan sentuhan yang ada dapat membuat kedekatan bayi dan orang tua semakin intim.

Bagi yang khawatir akan terjatuhnya bayi saat ini dapat memanfaatkan produk ‘baby bather’. Produk ini pada dasarnya akan menjaga bayi menjadi lebih terjaga lebih aman. Bayi diletakan dengan aman pada bantalan yang empuk, dan Ibu dapat dengan leluasa memandikan bayi tanpa takut terjatuh.

Selesai mandi, baby bater dapat dikeringkan dan siap digunakan kembali. Produk ini dapat diperoleh di toko bayi dengan kisaran harga mulai dari Rp.100rb-an.

Selamat mencoba.

JALAN MENUJU KELAHIRAN (Part 4)

Leave a comment

17 September 2009

Operasi ini benar-benar di luar perkiraanku, terlintaspun tidak. Jangankan dioperasi, menghadapi jarum suntik saja aku gemetaran. Tapi hari ini, aku harus menghadapi jarum suntik, jarum infuse, dan meja operasi sekaligus. Apa saja akan kulakukan demi bayiku.

Setelah berganti baju, aku dipindahkan ke ruang operasi dengan menggunakan kursi roda, diiringi pelukan dan senyum hangat keluarga dan sahabat yang begitu menguatkan, ditambah kecupan sayang suami tercinta.

Continue reading »

JALAN MENUJU KELAHIRAN (Part 3)

Leave a comment

17 September 2009,

Aku tahu melahirkan itu sakit, dan aku tidak pernah terlalu muluk membayangkan kejadian fenomenal seperti  lumbus (kelahiran yang terjadi begitu saja tanpa rasa sakit) juga terjadi padaku. Minum air yang sudah dibacakan doa sampai minum air cucian kaki ibu, bisa jadi menjadi sugesti yang ampuh untuk meminimalisir rasa sakit hingga mempercepat terbukanya jalan lahir. Tapi pada dasarnya, melahirkan tetap saja sakit.

Terhitung sudah 2 hari 1 malam aku berada di Rumah Bersalin Kasih Cendrawasih ini, menghitung jam demi jam, berharap bukaan akan segera lengkap, tapi sayangnya bukaan tidak juga beranjak dari angka 5.

Gerakan jongkok, berjalan, sampai yoga hamil sudah kupraktekkan, tapi tetap saja jalan lahir tidak semakin membesar. Induksi dengan menggunakan obat dan infus telah dokter lakukan, hasilnyapun sama. Sakit sekali rasanya. Tapi aku sudah bertekad, aku akan terus berjuang untuk melahirkan secara normal.

Continue reading »

JALAN MENUJU KELAHIRAN (Part 2)

Leave a comment

15 September 2009, 21.00 wita

Seperti kuceritakan sebelumnya, malam itu aku baru mengetahui bahwa bidan Sari sudah melihat adanya tanda-tanda kelahiran. “Memang sudah bukaan 1, mbak Christin!” Katanya.
Alhasil rencana pergi ke mall sepulang dari klinik bidan Sari beralih ke Rumah Bersalin Kasih Cendrawasih, tempat dimana aku dan suamiku telah memutuskan untuk melahirkan bayi kami.
Mungkin sebagian dari anda bertanya-tanya. Kalau memang bidan Sari sebaik yang aku ceritakan di post sebelumnya, kenapa aku tidak memilih untuk melahirkan di kliniknya saja?!
Ada beberapa pertimbangan kenapa aku lebih memilih Rumah Bersalin Kasih Cendrawasih dibanding Rumah Bersalin Kartika Jaya milik bidan Sari Yulianti. Tidak tersedianya sarana kamar tidur yang hanya diperuntukkan untuk 1 orang saja per kamarnya menjadi salah satu pertimbangan kami selain kemungkinan lain yang lebih penting untuk dipertimbangkan dalam proses persalinan, seperti diperlukannya tranfusi darah atau bahkan kemungkinan diperlukannya operasi cesar bila bayi lahir dalam keadaan tidak normal, posisi bayi sungsang atau terlilit tali pusar. Sebaik dan setinggi apapun pengalaman seorang bidan, bila dihadapkan pada kondisi seperti ini, dokter akan tetap menjadi rujukkan pada akhirnya.

Continue reading »

JALAN MENUJU KELAHIRAN (Part 1)

Leave a comment

15 September 2009, 19.00 wita

Rasanya hati ini belum tenang. Entah kenapa, walaupun kelahiran Kayz tinggal menunggu hari, aku tetap ingin meyakinkan diriku bahwa semuanya baik-baik saja.

Memang baru beberapa hari yang lalu aku dan suamiku memeriksakan kandunganku ke Rumah  Bersalin Kasih Cendrawasih, dan hasilnya, “Baik semua ini, Bu.” Kata dokter  Samuel Randa Bunga, dokter spesialis kandungan yang terbilang sepuh, alias senior,  dengan logat Torajanya yang belakangan sering ditiru oleh suamiku (lama-lama sebal juga mendengarnya J) .

“Kita periksa lagi untuk yang terakhir kali ya.” Ajakku, yang langsung disetujui oleh suamiku.

“Sebelum atau sesudah beli kado buat Mama?” Tanyanya.

Dua hari lagi, tanggal 17 September 2009, adalah hari ulang tahun mamaku, dan kami berdua sepakat  membelikannya jaket Leegs di Mall.

“Sebelum aja.” Jawabku. “Supaya belanjanya nggak perlu buru-buru.”

Bidan Sari adalah rujukanku tiap kali aku memeriksakan kehamilan. Meski terbilang masih muda, ibu bidan yang satu ini sangat cekatan, sabar dan telaten dalam melayani pasiennya.

Meski Bidan Sari bukan dokter spesialis kandungan, tapi alat penunjang yang tersedia di tempat prakteknya tak kalah dengan Rumah Bersalin pada umumnya, seperti alat Ultrasonografi (USG), ruang periksa, ruang bersalin, beberapa tempat tidur  pasien, meja resepsionis, dan ruang tunggu. Tapi jangan buru-buru membayangkan fasilitas VIP atau ruang berkelas seperti yang dimiliki Rumah Sakit atau Rumah Bersalin dengan tarif kamar Rp. 400.000,- ke atas permalamnya. Walaupun begitu, bagi masyarakat dengan taraf ekonomi menengah ke bawah, Klinik milik Bidan Indah ini sangatlah membantu.

Saat tiba giliranku, bidan Indah memeriksaku dengan alat USG. Ternyata  bayi kami memang berada dalam kondisi yang baik. Air ketuban terlihat jernih dan masih cukup tersedia sampai tiba kelahirannya, tidak ada lilitan pada leher, detak jantungnya stabil, dan pertumbuhan organ dalam dan luar yang lengkap. Continue reading »